Minggu, 24 September 2017
.:: TPQ - TK - SD - SMP ISLAM TUNAS HARAPAN THE RELIGIOUS GREEN CAMPUS BERSAMA MENCERDASKAN ANAK BANGSA ::.
download Best Practise Kepala Sekolah Berprestasi 2017
Best Practise Kepala Sekolah Berprestasi 2017 Tingkat Provinsi Jawa Tengah
------------------------------------
Pemasangan Bowplank
Pembangunan Gedung Baru SD Islam Tunas Harapan
------------------------------------
Tabel nilai santri TPQ Tunas Harapan
Tabel nilai santri TPQ Tunas Harapan yang berasal dari SD dan SMP Islam Tunas Harapan
------------------------------------
Murotal Muzammil Juz 29
Meutia Rahmi Afifa sdith
------------------------------------
Dance
Bintang kecil TvB-Unimis
------------------------------------
Ekstra Bina Vokal
Bintang kecil TvB-Unimis
------------------------------------
Telur masuk botol
kerjasama TvB-Unimis
------------------------------------
Praktikum Anti Api
kerjasama TvB-Unimis
------------------------------------
Telur terapung
kerjasama TvB-Unimis
------------------------------------
Do'a Belajar
Video TPQ di MAJT
------------------------------------

HILMAN IHSANI :
Sabtu, 12 Agustus 2017 (13:27)
testing

HILMAN IHSANI :
Sabtu, 12 Agustus 2017 (13:26)
testing

M. AMINUDIN :
Selasa, 06 Juni 2017 (16:08)
134D121 IGGRP

AISYAH CHUSNUL JURNALITA :
Sabtu, 03 Juni 2017 (13:44)
1

AISYAH CHUSNUL JURNALITA :
Sabtu, 03 Juni 2017 (13:44)
1

AISYAH CHUSNUL JURNALITA :
Sabtu, 03 Juni 2017 (13:44)
1

AISYAH CHUSNUL JURNALITA :
Sabtu, 03 Juni 2017 (13:44)
1

M. AMINUDIN :
Kamis, 11 Mei 2017 (7:10)
Assalamu'alaikum wr.wb

Ust, Royan, S.Pd. :
Senin, 07 Maret 2016 (7:46)
Ayo semangat anka-anakku kelas 9 yang sedang Try Out 3 Kota Semarang. Semoga mendapatkan hasil yang sangat memuaskan bagi masing-masing siswa, Amin...

Ust, Royan, S.Pd. :
Senin, 07 Maret 2016 (7:45)
Ayo semangat anka-anakku kelas 9 yang sedang Try Out 3 Kota Semarang. Semoga mendapatkan hasil yang sangat memuaskan bagi masing-masing siswa, Amin...

Ustaz MULYONO :
Jumat, 26 Juni 2015 (21:46)
Wa\'alaikum salam wr. wb. Ananda Kasanova sampai saat ini blangko ijasah dan SKHU asli belum dikirim dari Dinas Pendidikan, jadi harap bersabar! nanti kalau sudah jadi akan segera diberi tahu. makasih .....

KASANOVA HASNA NABILA :
Minggu, 21 Juni 2015 (19:10)
Assalamu alaikum.wr. wb. Maaf mau tanya untuk siswa kelas 6 yg sudah lulus, pengambilan ijazah dan raport nya kapan ? terimakasih wassalamu alaikum wr. wb

KASANOVA HASNA NABILA :
Minggu, 21 Juni 2015 (19:10)
Assalamu alaikum.wr. wb. Maaf mau tanya untuk siswa kelas 6 yg sudah lulus, pengambilan ijazah dan raport nya kapan ? terimakasih wassalamu alaikum wr. wb

KASANOVA HASNA NABILA :
Minggu, 21 Juni 2015 (19:08)
Assalamu alaikum.wr.wb

Ustaz MULYONO :
Senin, 15 Juni 2015 (23:59)
Selamat bagi siswa siswi kelas 6 SD ITH yang telah lulus US Terkendali 100% total. Sekali lagi SElamatttt ... dan Suksesss...

Isi Testimonial disini:
NISN:
Pesan:
 

 

Berpacu dengan Waktu ( jilid 27 )
Dikirim pada tanggal 04 April 2013



 DETIK-DETIK WAFAT RASULULLAH SAW


( Moch Asrori menengok artikel di bawah ini )Pagi itu, matahari mulai naik, namun burung-burung gurun enggan mengepakkan sayapnya. Di suatu mimbar, Rasulullah SAW dengan suara terbata-bata memberikan petuahnya, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, Al Qur’an dan sunnah. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku.”


Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah SAW yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar As Siddiq menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar bin Khottob dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Utsman bin Affan menghela napas panjang dan Ali bin Abu Tholib menundukkan kepalanya dalam-dalam.


Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. “Rasulullah SAW akan meninggalkan kita semua,” desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.


Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah SAW masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah SAW sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.


Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “ Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Aku tidak tahu Ayah, sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak dia kenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Ialah malaikat maut,” kata Rasulullah SAW.


Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, Rasulullah SAW bertanya kepadanya, mengapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut roh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?” , tanya Rasululllah SAW dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata jibril. Tapi ternyata hal itu tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.


“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi. Rasulullah SAW berkata, “Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”. “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Ku-haramkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya,” kata Jibril.


Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan roh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah SAW bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini”, lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu, Jibril?” tanya Rasulullah SAW pada Malaikat penghantar wahyu itu. “Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah SAW memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi.


“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.” Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku. (Peliharalah sholat dan santuni orang-orang lemah di antaramu)”.


Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii” – “Umatku,umatku, umatku” Dan, pupuslah kembang hidup manusia yang mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wasalim ‘alaihi.


Tanpa kita sadari, berkat do’a Rasulullah SAW di atas, sampai kapanpun tidak akan ada seorang umat Rasulullah SAW pun yang mengalami sakaratul maut melainkan telah diringankan sakitnya karena doa beliau tersebut.


Sungguh… betapa cintanya Rasulullah kepada kita…



Mejikuwebs Tunas Harapan